PRAJURIT KOREM 052 / WIJAYAKRAMA "BEKERJA DAN BERJUANG BERSAMA RAKYAT" *** PROFESIONAL, SOLID BERSINERGI DAN MANUNGGAL DENGAN RAKYAT.

Indeks Wawasan Militer » Detail Artikel

Militer AS Pamer Mobil Terbang Tempur Pertama

Selasa, 26 Juni 2012


AMX MK61 Yon Armed TNI AD dalam sebuah defile  

Bila diperhatikan secara detil, ada yang menarik dalam perhelatan HUT ABRI/TNI. Entah ada defile peralatan tempur atau tidak, pada latar pasukan yang berbaris, selalu ada sosok kendaraan lapis baja yang parkir rapi, terkesan perkasa dengan laras meriam yang dinaikan secara maksimum. Sosok tersebut, dapat diidentifikasi sebagai AMX MK61. Secara kasat mata, AMX MK61 tak ubahnya sebuah tank, dirancang dengan platform chasis dari tank ringan AMX-13 yang jadi tulang punggung kavaleri TNI AD.

Ibarat tak kenal mala tak sayang, mari kita tinjau sosok AMX MK61. Berangkat dari segi usia, jelas alutsista ini sudah tak muda lagi, meski belum terlalu uzur. AMX MK61, dalam lingkungan TNI disebut sebagai meriam 105mm GS (gerak sendiri), ini dikarenakan memang kodrat aslinya sebagai meriam kaliber 105mm yang punya mobilitas dengan sistem self propelled.Meski penggeraknya berupa bodi tank, tak lantas MK61 mausk sebagai arsenal senjata korps kavaleri, di lingkungan TNI AD, AMX MK61 masuk dalam kedinasan elemen artileri medan.

Menurut informasi dari Pusdikarmed, AMX MK61 mulai memperkuat elemen satuan armed TNI AD pada medio akhir tahun 70-an hingga 1982, jumlah yang didatangkan dari Perancis sebanyak 57 pucuk dengan sebutan proyek Guntur Geni II. Seiring perjalanan waktu dan reorganisasi, kini ada dua batalyon armed yang mengusung MK61, yakni Yon Armed-5/105 GS yang berada di bawah Kodam III Siliwangi – bermarkas di Cimahi, Jawa Barat. Dan Yon Armed-7/105 GS Bring Galih yang berada di bawah Kodam Kodam Jaya – bermarkas di Cikiwul, Bekasi.


Sering tampil dalam berbagai perhelatan, membuat MK61 sosoknya terbilang populer 


AMX MK61 Kodam Jaya 

Desain
Secara kesluruhan AMX MK61 mempunyai bobot total 16,5 ton dengan karoseri model all welded hull yang cukup kokoh. Ruang kemudi dibagian depan sebelah kiri diapit oleh ruang mesin. Di belakang keduanya terletak ruang kendali senjata utama, berupa kubah meriam Howitzer 105mm. Meski bukan ranpur amfibi, MK61 dapat mengarugi sungai secara terbatas, pada bagian depan terdapat lempeng logam untuk memecah gelombang air.

Demi alasan keamanan, knalpot tempat pembungan gas sisa pembakaran tidak ditempatkan pada bagian belakang. Namun justru ditempatkan pada sisi kanan bodi, tabunng knalpot ditempatkan di atas spatbor perangkatt penggerak sebelah kanan. Hal ini juga lumrah diterapkan pada AMX-13 versi kanon, maupun AMX-13 VCI/APC.

Seluruh karoseri dan kubah senjata MK61 tersusun dari lempengan baja dengan ketebalan beragam. Untukm bagian depan ketebalannya 15-40mm, lalu untuk atap badan 10mm, dan bagian belakang baja setebal 15mm. Untuk mengurangi efek hancur dan ledakan, maka bagian perut (hull floor) disusun oleh lempengan baja dengan ketebalan antara 10-20mm. Untuk kubah sendiri ketebalan bajanya 20mm. 



A A A